Mendung Belum Tentu Hujan

Makin gelisah aku menanti matahari, dalam linang kabut pagi, sampai kapankah aku harus menanti? Awan yang hitam tenggelam dalam dekapan, daun yang layu berguguran di pangkuan!. Bukan pepesan kosong jika ada yang berkata bahwa kehidupan adalah sebuah cara untuk mengalami penderitaan. Itu benar.Tidak sedikit pula dari kita yang pernah mengalami penindasan. Mungkin didalam pekerjaan, ketika sang atasan memberi perintah yang tak kira-kira dan di depan mata mengambil untung dari kerja keras anda. Tetapi jangan kecewa dulu, kita tidak sendirian. Jutaan manusia di dunia ini bernasib ‘buruk’ seperti kita. Bukan hanya penindasan personal, penindasan kolektif juga jamak di dunia ini.Tetapi kita diajak membuka mata: Tuhan tidak membiarkan kita sendirian menanggung beban itu. Percayalah badai pasti berlalu. Pada waktunya semua akan berubah indah, ketika Tuhan sendiri turun tangan menyelamatkan anda. Bahkan bumi dan segala isinya tidak berdaya melawannya. Jadi jangan keburu putus asa. Hanya satu yang dibutuhkan dari kita : minta pertolongan dari Tuhan dan berjanjilah bahwa hidup dan mati anda ada di tangan-Nya. “Bernazarlah dan bayarlah nazarmu itu kepada TUHAN ALLAH mu!” . Jangan terlalu lama menunda, persembahkan yang terbaik pada Tuhan dan minta Dia menolong anda keluar dari segala kesulitan. Lihat Hasilnya nanti!.

Iklan

Satu pemikiran pada “Mendung Belum Tentu Hujan

Berkomentarlah dengan bijak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.