Bunga Untuk Sisiklon

Setelah kemarin beberapa wilayah Indonesia terkena dampak siklon Cempaka dan Siklon Dahlia, saya sedikit bertanya-tanya, kenapa penamaan siklon tersebut menggunanakan nama-nama bunga? Apa biar menghilangkan kesan buruknya? Entahlah. Tapi akhirnya saya tahu juga setelah mendengarkan penjelasan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, BNPB, Bapak Sutopo Purwo Nugroho. Kurang lebihnya seperti ini.

Jadi begini, bagaimana bunga asli Indonesia digunakan sebagai nama siklon?  Penamaan badai siklon di Indonesia dan negara lain sengaja menggunakan istilah yang populer di lokasi masing-masing. Di Indonesia ada 4 siklon yang semuanya diberi nama bunga. Penamaan juga berdasarkan abjad untuk mempermudah mengindentifikasinya.

cyclone-2102397_960_720
Ilustrasi; Sumbr gbr: pixbay.com

Penamaan sesuai abjad dan menggunakan nama bunga baru terjadi pada 2008, setelah dibentuknya organisasi Pusat Peringatan Siklon Tropis (TSWC = Tropical Siklon Warning Center) Jakarta. Sebelum Cempaka dan Dahlia Indonesia pernah diterjang badai siklon Anggrek pada 2010 dan Bakung pada 2014.

Sebenarnya, penamaan siklon diserahkan ke masing-masing regional agar mudah lekat dengan masyarakat di wilayah tersebut. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menjelaskan, pihaknya memantau penamaan badai siklon di masing-masing regional. Jika badai siklon berefek besar, bahkan mematikan, maka badai serupa di waktu kemudian akan diberi nama lain. Itulah sebabnya badan regional harus menyiapkan nama yang banyak dan mudah dihafal.

Jelas, tujuan utama penamaan siklon/topan tropis pada dasarnya agar orang-orang dengan mudah memahami dan mengingat topan tropis/badai di suatu wilayah, sehingga dapat memfasilitasi kesadaran, kesiapsiagaan, manajemen dan pengurangan risiko bencana siklon tropis.

Awalnya, penamaan badai siklon dilakukan secara acak. Dulu, badai di Atlantik yang kekuatannya sampai menghancurkan tiang kapal diberi nama Antje. Lalu sejak pertengahan 1900-an penamaan badai menggunakan istilah feminin. Sebelum akhir 1900-an, para ahli prakiraan cuaca di Hampshire Selatan memberi nama badai dengan nama pria.

Agar sistem penamaan lebih terorganisasi dan efisien, para pakar meteorologi kemudian memutuskan mengidentifikasi badai siklon secara alphabet. Namanya diawali dengan huruf ‘A’, seperti Anne. Sejak 1953, badai tropis di Atlantik sudah diberi nama menggunakan daftar yang dikeluarkan oleh Pusat Badai Nasional. Istilah yang terdaftar itu menggunakan nama perempuan. Lalu pada 1979, nama pria mulai digunakan sebagai alternatif.

Enam dari daftar nama itu dirotasi, dengan demikian nama yang sudah digunakan pada 2015 akan dipakai lagi pada 2021. Namun, sesuai aturan WMO, badai yang menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa dalam jumlah besar tidak akan digunakan lagi.

Ada 10 area penamaan badai sesuai dengan aturan WMO, yaitu:

1.    Nama di Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Atlantik Utara

2.    Nama di Pasifik Timur-Utara,

3.    Nama di Pasifik Utara-Tengah

4.    Nama di Pasifik Utara-Barat dan Laut China Selatan

5.    Wilayah TCWC Australia

6.    Wilayah Regional Spesialis Meteorologi Nadi

7.    Wilayah TCWC Port Moresby

8.    Wilayah TCWC Jakarta

9.    Nama Samudra Hindia Utara

10.   Nama Samudra Hindia Barat Daya

Contoh untuk TCWC Jakarta adalah:
1.    Anggrek

2.    Bakung

3.    Cempaka

4.    Dahlia

5.    Flamboyan

6.    Kenanga

7.    Lili

8.    Mangga

9.    Seroja

10.  Teratai

Sedangkan alternatif untuk menggantikan nama badai yang pensiun menggunakan nama buah, yakni Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Melati, Nangka, Pisang, Rambutan, dan Sawo.

Nama-nama badai yang sudah pensiun di dunia contohnya, Haiyan di Filipina pada 2013, Sandy di Amerika Serikat pada 2012, Katrina di AS pada 2005, Mitch di Honduras pada 1998, dan Tracy di Darwin, Australia pada 1974. Badai-badai mematikan itu diganti dengan nama alternatifnya.

Kira-kira seperti itu penjelasan dari beliau tentang penamaan Topan/siklon.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s