Google

Kota Pontianak

Keberadaan suatu kota tidak lepas dari kisah legendanya. Wisatawan yang liburan ke Pontianak, Kalimantan Barat bisa mendengar kisah asal-usul Pontianak dari kata Kuntilanak. Lalu, apa hubungannya dengan meriam Lebaran?
072508_pontianak2
Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Istana Kadriah, bisa mengetahui kisah asal-muasal Pontianak. 243 Tahun yang lalu, Syarif Abdurrahman Alkadrie menyisir Sungai Kapuas untuk mencari lokasi pembangunan istana.

Syarif Abdurrahman Alkadrie ini sendiri adalah anak seorang hakim agama dari Kerajaan Matan yang kemudian menjadi Raja Pontianak. Ia juga yang nantinya membangun Istana Kadriah, bangunan pertama yang jadi tanda berdirinya Kota Pontianak.

Syarif Abdurrahman merupakan orang yang telah memiliki pengalaman dalam berkeliling tempat dan membuka lahan. Di Pontianak, ia kerap diganggu oleh hantu Kuntilanak yang memang jadi penghuni di hutan sepanjang Sungai Kapuas.

Sang Raja menembakkan meriam ke tiga tempat yang kemudian jadi 3 titik pembangunan Pontianak. Ternyata, tembakan meriam yang suaranya sangat kencang itu berhasil menakuti para kuntilanak sehingga mereka pergi dari hutan Pontianak.

“Betul itu, kuntilanak takut dengan Sultan Syarif Abdurrahman dan semua keturunannya. Sultan menembakkan meriam, mereka takut lalu pergi,” tutur Iskandar, warga Pontianak yang mengaku keturunan Syarif Abdurrahman kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

Ketiga titik tersebut adalah Istana Kadriah, Masjid Jami Sultan Abdurrahman dan pemakaman anggotak keluarga Kesultanan Pontianak. Sedangkan mengapa kota ini kemudian bernama Pontianak karena dahulu banyak hantu kuntilanak yang mendiami tempat ini.

Sedangkan warga lokal sering menyebutnya dengan nama puntianak. Dari sanalah kota ini dinamakan Pontianak.

Semua kisah ini bisa Anda baca saat mengunjungi Istana Kadriah yang terletak di tengah kota. Tak hanya itu, foto-foto sejarah kota dan istana ini juga bisa ditemui di sini.

Meriam juga jadi salah satu ciri khas dari kota ini. Namanya meriam karbit. Dibuatnya dari mesiu dan air yang kemudian dipicu percikan api. Festival Meriam Karbit biasanya digelar untuk meramaikan malam Idul Fitri. Bunyi meriam dipercaya bisa menakuti para kuntilanak sehingga mereka tak berani mendekat.

Iklan

Berkomentarlah dengan bijak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.